FPRB Wonogiri Diterjunkan

Wonogiri, Harian Wonogiri - Hari ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri menerjunkan tim dari Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB). Tim tersebut diterjunkan untuk memberikan layanan penanggulangan pasca bencana.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan tim tersebut akan diterjunkan di dua titik terjadinya bencana terjadinya longsor. Yakni di dusun Ngringin, Desa Keloran, Kecamatan Selogiri dan Dusun Traman, Desa Pare Kecamatan Selogiri.

“Tim yang diterjunkan akan memberikan pengobatan gratis dan pendampingan psikologis,” ujarnya, Jum’at (13/2)

Lanjut Bambang, kegiatan tersebut merupakan kegiatan perdana setelah di bentuknya forum tersebut. Katanya, tim tersebut, terdiri dari berbagai instansi, seperti PMI, SAR, Rapi, Orari dan lainnya.

Namun demikian, menurutnya penanggulangan bencana butuh peran serta semua pihak terutama keterlibatan masyarakat. Selain itu, bambang mengatakan resiko bencana sebenarnya dapat diminimalisir jika masyarakat memiliki kepekaan terhadap kondisi alam.

Dinilainya, masyarakat saat ini tidak memiliki kemampuan untuk membaca gejala terjadinya bencana. Padahal menurutnya dahulu masyarakat dapat mendeteksi bencana dari gejala-gejala alam. “Akibatnya kadang jatuh korban saat terjadinya bencana alam,” imbuhnya

Ancaman Bencana
Sementara itu ancaman bencana longsor masih mengintai warga di Kecamatan Selogiri. Kadus Temulus, Selogiri, Ani Lestari  mengatakan di Keluarahan Keloran, Kecamatan Selogiri terdapat tiga dusun yang rawan bencana longsor.

Diantaranya dusun gringin, Popok dan Temulus. Dusun Ngringin sedianya di huni 22 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 80 orang, Dusun Popok dihuni 15 KK dengan jumlah jiwa 50 dan tumulus dengan jumlah KK 15 dengan jumlah jiwa 52 orang. “Kondisi tanahnya labil dan ini perbukitan dengan jurang yang curam, jadi rawan longsor,” katanya
Menurutnya, tahun ini bencana longsor yang terjadi di desa Keloran terbilang besar. Sebab, akses jalan di susun ngringin yang membelah gunung Tretes sempat terputus akibat longsor Selasa lalu (10/2). Selain itu satu rumah di RT 2/ RW 7 tertimpa longsor. Selain itu, sawah siap panen seluas 7500 meter juga terbawa lumpur.
“Ini bencana paling besar, kalau curah hujarn tinggi masih rawan longsor,” ujarnya. (Red-HS99/AS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar